Home / BERITA / Lima Cara Maksimalkan Hidup Anda

Lima Cara Maksimalkan Hidup Anda

INFOKUTERKINI.COM- Salah satu cara memaksimalkan hidup terbaik adalah dengan bekerja didalam hal yang tepat. Banyak orang menghabiskan waktunya untuk mempelajari skill-skill yang mudah sekali digantikan oleh robot/program komputer. Banyak mahasiswa yang menghabiskan ilmu dan pekerjaannya dibidang yang mudah sekali di outsource oleh perusahaan.

Setiap hari bisnis semakin berkembang, teknologi semakin maju, banyak skill, pekerjaan, dan bisnis yang semakin tidak dibutuhkan, cobalah lihat inovasi yang ada dan perhatikan banyak bidang yang semakin terancam seperti:

Aplikasi ojek/taksi online –> mengancam ojek dan taksi tradisional
Asisten virtual –> menggantikan fungsi pembantu/asisten
Virtual office –> menggantikan keperluan akan kantor fisik
Robot dan sistem otomasi –> menggantikan buruh dan berbagai pekerjaan kasar/manual
Bahkan sekarang Anda dapat dengan mudah mencari skill seperti programming, desain, penulis, web development, marketng, entry data, akunting dan sebagainya di marketplace jasa/freelancer.

Dijaman modern seperti ini, mereka yang sukses adalah mereka yang memiliki skill/kemampuan yang:

Sulit untuk dikuasai/didapatkan
Tidak dapat di-outsource atau dikerjakan orang lain
Tidak dapat digantikan dengan aplikasi/mesin/robot/program komputer
Percaya atau tidak nantinya skill-skill dan pekerjaan yang kita kira hanya bisa dilakukan oleh manusia akan digantikan oleh robot atau kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Di luar negeri Google menciptakan self-driving car (mobil otomatis) yang akan menggantikan tugas seorang supir. Semua inovasi ini memiliki dampak untuk generasi sebelumnya, banyak orang akan kehilangan pekerjaan, berbagai industri/bisnis akan bangkrut, dan skill/keahlian yang sebelumnya kita pelajari akan semakin tidak berguna. Ini bukanlah hal positif atau negatif, ini adalah kenyataan (realita) dan cepat atau lambat pasti terjadi.

Teknologi kini bukan lagi pilihan melainkan masa depan yang pasti, semua industri baik pekerjaan, bisnis maupun kehidupan sehari-hari semuanya akan tersentuh teknologi dan mereka yang tidak bisa beradaptasi dengan hal ini akan semakin tertinggal.

Sayangnya perusahaan/industri tidak peduli dengan nasib Anda, tidak peduli seberapa butuh Anda terhadap pekerjaan atau seberapa hebat skill yang Anda miliki, mereka (industri) tidak akan merekrut Anda jika Anda tidak memiliki value yang mereka butuhkan. Mungkin Anda bisa memperjuangkan passion Anda sendiri, tetapi tidak ada yang peduli dengan passion Anda, jika passion Anda tidak dibutuhkan oleh orang lain maka bersiaplah untuk semakin tertinggal.

Jadi apa hal yang dibutuhkan dan relevan dengan perkembangan saat ini?

Setiap tahun jumlah sarjana di Indonesia selalu meningkat (pasti) dan OECD memprediksikan tahun 2020 Indonesia akan menjadi negara kelima dengan jumlah sarjana terbanyak didunia. Artinya nanti akan semakin banyak sarjana muda di Indonesia dan semakin banyak pula jumlah sarjana pengangguran di Indonesia. Akan banyak menjamur wannabe entrepreneur karena banyak orang “pintar” dan berpendidikan yang tidak mendapat pekerjaan.

Perhatikan fakta ini dahulu:

Perusahaan dapat dengan mudah mencari lulusan S1 fresh graduate umur 22-25 tahun dengan bayaran standart. Yang lebih mengerikan adalah setiap tahunnya jumlah sarjana ini selalu meningkat dan otomatis sarjana yang menganggur juga semakin bertambah. Anda tahu apa artinya? Artinya setiap tahun ijazah sarjana S1 akan semakin tidak berguna, value lulusan S1 akan semakin turun, dan posisi Anda sangat mudah digantikan oleh para fresh graduate muda dan jutaan sarjana lainnya.
Perusahaan dapat dengan mudah meng-outsource dan mencari freelancer dimana mereka saling tawar-menawar harga hanya untuk mendapatkan sebuah projek kecil-kecilan. Freelancer ini datang dari berbagai tingkat pendidikan dan mayoritas (50%) para freelancer ini adalah lulusan S1 disusul oleh lulusan SMA/D3/S2.
Artinya mudah sekali mencari pengganti lulusan S1 di negeri ini. Karena mencari S1 sangat mudah, maka jelas perusahaan tidak akan membutuhkan lulusan SMA/D3, toh S1 juga gampang dicari kenapa harus memilih yang pendidikannya lebih rendah? Bahkan saya pernah menemukan lowongan kerja yang membutuhkan syarat S1 hanya untuk posisi receptionist.

Institusi pendidikan dan perusahaan tidak peduli dengan semua ini termasuk pemerintah. Jadi apa yang harus dilakukan?

Saya tidak mengatakan bahwa Anda tidak perlu sekolah/kuliah, tetapi

kesempatan Anda akan sangat-sangat besar jika Anda mempelajari sesuatu yang tidak diajarkan sekolah/kampus/institusi pendidikan manapun.

Karena jika Anda seorang lulusan S1 maka basicnya Anda bersaing dengan semua lulusan S1 yang ada, kita semua secara tidak langsung bersaing dengan semua orang yang sekolah, jadi cara terbaik untuk memaksimalkan kesempatan Anda justru dengan mempelajari sesuatu yang tidak diajarkan sekolah.

Berpikirlah. Saya ulangi –> BERPIKIRLAH. Gunakan tips-tips berikut dengan baik:

1. Gunakan prinsip pareto 80/20

Artinya 20% apa yang Anda lakukan memberikan kontribusi terhadap 80% hasil yang Anda dapatkan. Hal ini hampir berlaku dalam segala aspek kehidupan.

20% customer akan menghasilkan 80% profit keseluruhan.
20% visitor website akan menghasilkan 80% konversi.
20% karyawan di perusahaan melakukan 80% operasional.
20% apa yang Anda pelajari akan menghasilkan 80% aplikasi nyata dalam kehidupan.
20% kegiatan Anda akan menghasilkan 80% produktivitas.
Jika Anda gali lebih dalam lagi, maka 20% dari 20 akan menghasilkan 80% dari 80 yand ada. Jadi 4% yang Anda lakukan akan memberikan kontribusi terhadap 64% hasil yang ada. Saya menyadari hal ini setelah 6 bulan melakukan kegiatan blogging, ternyata hanya sebagian kecil dari seluruh kegiatan (4%) yang betul-betul membawa value (64%) terhadap blog ini.

Begitu pula dengan hidup Anda, tidak semua kegiatan dan apa yang telah Anda pelajari akan memberikan kontribusi terhadap hidup Anda. Anda boleh saja menghabiskan waktu mempelajari skill-skill yang tidak akan Anda gunakan dalam hidup Anda, menonton TV/acara-acara yang tidak ada gunanya, melakukan pekerjaan/bisnis yang sama sekali tidak menghasilkan, membaca/menonton tutorial yang tidak akan Anda aplikasikan kedalam hidup Anda, tetapi Anda akan sangat menyesal jika tidak fokus pada 4% kegiatan yang memberikan kontribusi terhadap 64% produktivitas hidup Anda.

4% inilah yang betul-betul menghasilkan value/profit REAL untuk hidup Anda. Sulit meminta orang lain menemukan 4% ini untuk Anda, hanya Anda sendiri yang bisa menemukannya. Anda bisa belajar dari contoh blog ini, beberapa kegiatan yang sebelumnya saya lakukan untuk blog ini adalah:

Menulis artikel
Mengatur theme, plugin, menu dan pages
Mencoba berbagai fitur seperti float button, mobile theme, speed up, dll
Marketing diberbagai social media, forum, blogwalking, membuat channel FB, twitter, instagram, G+, dll
Membaca berbagai artikel untuk “mendatangkan trafik” dan “memonetize blog”
Mengoptimasi SEO, analytics, dan monetize serta mengeceknya setiap hari berkali-kali
Menghabiskan waktu untuk mencoba berbagai UI/UX, desain website, termasuk desain logo
Lebih konyol lagi saya sempat berpikir untuk menggunakan jasa penulis artikel seharga Rp 20.000,-/artikel
Dan saya sadar bahwa hanya 4% dari total kegiatan yang saya lakukan yang betul-betul membawa 64% value untuk blog ini, yaitu menulis artikel (membuat konten berkualitas), everything else just crap, believe me.

Anda bisa mengoptimasi sisanya belakangan. Carilah 4% Anda sendiri dan jika Anda menemukannya dedikasikanlah waktu dan tenaga Anda untuk 4% ini.

Bagaimana jika saya tidak tahu apa 4% yang betul-betul membawa 64% value tersebut?

Mencobalah sebanyak-banyaknya kegiatan apapun yang bisa Anda praktekkan sekarang juga. Catat semua kegiatan yang Anda lakukan dalam 24 jam/7 hari, catat sedetail-detailnya dan pikirkan apakah kegiatan ini membawa dampak/hasil untuk hidup Anda? Berpikirlah, jawabannya ada didalam PIKIRAN ANDA bukan pikiran orang lain. Hanya 4% skill/pengetahuan Anda yang betul-betul membawa dampak realistis dalam hidup Anda. Tidak perlu mempelajari berbagai business plan atau nasihat karir yang Anda sendiri tidak akan mempraktekkannya secara nyata, tidak perlu membaca artikel/konten/video/berita/gosip yang tidak ada hubungannya dengan hidup Anda, tidak perlu mempedulikan orang-orang yang bahkan tidak akan Anda temui secara nyata dalam kehidupan Anda. Jadikan 4% ini sebagai prioritas yang utama.

2. Tidak semua hal harus diperjuangkan

Hanya karena semua orang melakukan “itu”, bukan berarti Anda harus melakukannya juga. Hanya karena banyak orang menyicil kartu kredit untuk gaya-gayaan membeli smartphone, mobil, dan rumah, bukan berarti Anda harus mengikutinya. Saya termasuk orang yang hidup hemat, saya tidak akan mengganti smartphone kecuali fitur/OS-nya sudah ketinggalan (tuntutan jaman), saya tidak punya kartu kredit dan tidak ingin memilikinya, semua uang yang saya miliki akan saya gunakan untuk biaya hidup, tabungan dan aset (bisnis).

Semua orang ingin cepat-cepat “terlihat sukses” dan menurut saya ini bodoh. Mereka membeli smartphone yang tidak mereka butuhkan, membeli baju-pakaian mahal, membeli kamera jutaan hanya untuk pamer foto di instagram/sosial media, menyicil kendaraan dan hunian untuk “show off” betapa suksesnya mereka. Dan apa yang terjadi jika Anda tidak mengikuti gaya hidup (lifestyle) seperti ini? Orang-orang akan menganggap Anda gagal (kurang sukses), tidak memenuhi standart yang ada, mereka pikir Anda sedang mengalami krisis, depresi, stress, dan mereka menganggap Anda berada dibawah level mereka karena gaya hidup Anda tidak seperti mereka.

Tetapi saya tidak peduli dengan semua itu, saya tahu apa yang saya lakukan, saya tahu apa yang harus betul-betul diperjuangkan dan mana yang harus diabaikan. Kita memang harus mengikuti perkembangan jaman tetapi kita juga harus pintar memilih apa yang harus kita ikuti dan mana yang tidak. Tidak semua hal worth it untuk diperjuangkan.

Banyak orang yang rugi karena kebanyakan menghitung.

Ada orang yang menghabiskan waktunya untuk mencari-cari ide bisnis, belajar berbagai business plan, mempelajari teori bisnis ini itu tetapi pada akhirnya tidak pernah berbisnis sekalipun. Waktu yang sama Anda habiskan untuk mempelajari semua teori bisnis itu lebih baik Anda gunakan untuk berbisnis walaupun akhirnya gagal (faktanya hampir semua bisnis pertama selalu berakhir dengan kegagalan), waktu yang Anda gunakan untuk menghitung, mengkalkulasi berbagai peluang, mencari-cari tips, tidak ada artinya jika Anda tidak pernah mempraktekkannya dalam kehidupan nyata. Ingat prinsip pareto diatas, hanya 4% yang Anda pelajari akan betul-betul Anda praktekkan dan menghasilkan 64% kontribusi untuk hidup Anda.

Ironisnya banyak sekali orang yang mempelajari entrepreneurship diluar sana, tetapi tidak pernah membangun bisnisnya sama sekali. Banyak blogger yang membaca tips-tips “membangun blog yang sukses”, “meraih puluhan juta dari AdSense”, “cara mendatangkan ribuan visitor”, tetapi malah tidak membuat konten untuk blognya sendiri. Pebisnis kakap seperti om Bob Sadino pernah ditanya “berapa banyak profit yang dia hasilkan dalam setahun?”. Dia menjawab “Tidak tahu, pokoknya banyak”. Daripada fokus pada hitung-hitungan, bukankah lebih baik Anda fokus pada value yang dapat Anda berikan kepada orang lain. Daripada pusing apakah yang Anda kerjakan akan menghasilkan atau tidak, apakah yang Anda pelajari akan berguna atau tidak, mengapa tidak segera ambil tindakan dan BUKTIKAN apakah value tersebut benar-benar nyata atau tidak.

3. Bakat dan talenta hanyalah mitos

Warren Buffett (raja investor) mulai berinvestasi sejak umur 11 tahun.
Bill Gates menulis software pertamanya umur 13 tahun.
Muhammad Ali pernah ditanya berapa kali push up yang ia lakukan. Dia berkata “saya tidak akan mulai berhitung sampai terasa sakit”.
Apa yang sering Anda dengar soal bakat/talenta hanyalah mitos. Semua yang kita anggap sebagai “bakat alami” hanyalah hasil dari kerja keras, konsistensi, dan memulai sedini mungkin. Sehingga disaat orang-orang masih berada ditahap entry-level, mereka sudah berada jauh 100 langkah didepan.

Nothing’s really beyond your reach.

Tidak ada hal yang betul-betul diluar kemampuan/jangkauan Anda, jika Anda sungguh-sungguh mendedikasikan tenaga, waktu, dan pikiran Anda untuk sesuatu maka Anda bisa melakukannya. Hanya saja tidak semua orang suka menyanyi, tidak semua orang suka menulis, tidak semua orang suka coding, tidak semua orang cocok berbisnis.

To get good at something, you need to love the process.

Mereka yang ahli programming adalah mereka yang suka megutak-atik kode. Youtuber-youtuber yang sukses bukan hanya orang yang suka mencari uang, mereka suka membuat video dan menciptakan konten-konten kreatif.

Semua orang tentu menginginkan hasil, tetapi supaya bisa terus termotivasi sampai meraih hasil tersebut, Anda harus menikmati dan menyukai proses demi proses yang ada setiap harinya.

Jadi carilah sesuatu yang terbukti menghasilkan (4% –> 64%), cintai proses demi proses yang Anda lakukan setiap harinya, jadilah ahli disana, terus kembangkan dan dorong sejauh mungkin kemampuan dan hasil yang Anda dapatkan.

Bingung harus mulai dari mana?

Sebagai kesimpulan mari kita sederhanakan semua pembahasan diatas, inilah hal-hal yang harus Anda lakukan untuk memaksimalkan hidup Anda sekarang juga:

Pelajari ilmu/skill dan praktekkan apapun yang bisa Anda lakukan sekarang, lebih bagus lagi jika hal tersebut tidak diajarkan sekolah. Lalu harus belajar dimana kalau sekolah tidak mengajarkannya? Anda bisa mencari ilmu tersebut melalui buku/e-book, kursus/seminar/workshop, google/internet/blog/e-learning, atau langsung turun kelapangan (praktek). Saran saya adalah kuasai bahasa Inggris dan belajarlah dari blog/website luar negeri karena ilmunya jauh lebih lengkap dan lebih luas, setidaknya Anda bisa gunakan bantuan google translate untuk belajar, saya percaya bahwa ilmu terbaik itu tersedia gratis (berdasarkan pengalaman saya sejauh ini), bahkan ilmu seminar/kursus online/e-book yang harganya ratusan ribu itu sebenarnya sudah tersedia gratis di internet jika Anda cukup rajin mencari. Tetapi semua kembali kepada pilihan Anda, jika ingin belajar melalui sekolah/kuliah/seminar/workshop/buku itu juga merupakan pilihan yang baik.
Setelah mempelajari ilmu/skill tersebut, segera praktekkan (banyak orang gagal sampai tahap ini). Cara terbaik untuk praktek adalah dengan mengikuti jejak orang yang sudah sukses dibidang tersebut (mereka yang betul-betul sudah sukses secara nyata). Setiap orang sukses pasti memiliki rekam jejak, contoh Anda ingin menjadi youtuber, pelajari konten-konten video youtuber yang sudah sukses (tidak hanya dalam negeri tapi juga youtuber-youtuber luar), kualitas kameranya seperti apa, software editing apa yang mereka gunakan, konsep apa yang mereka usung, mengapa videonya bisa menarik, bagaimana cara mereka memarketingkan video-video mereka, pelajari dan analisa mengapa mereka bisa sukses. Berpikirlah. Selalu ada “something” yang membuat orang sukses bisa menjadi sukses. Temukan itu!
Terapkan prinsip pareto dalam kegiatan Anda. 20% yang Anda lakukan akan berkontribusi terhadap 80% hasil yang ada. Lebih spesifik lagi 4% yang Anda lakukan akan memberikan 64% hasil keseluruhan. Temukan 4% itu, catat semua kegiatan Anda dan kesampingkan 96% kegiatan lainnya yang hanya memiliki pengaruh terhadap 36% hasil (bisa diurus belakangan). Fokuslah pada 4% tersebut, teruslah konsisten, dorong sejauh yang Anda bisa dan nikmati prosesnya setiap hari.
“Not everything that counts can be counted, and not everything that can be counted counts”. Tidak semua hal harus diperhitungkan dan diperjuangkan. Lakukan saja 4% yang sudah Anda tetapkan sebagai kontributor terhadap 64% produktivitas Anda dan abaikan hal-hal lainnya. Jangan menghitung untung rugi, apakah akan berhasil atau tidak, lakukan saja dan buktikan sendiri secara nyata apakah value yang Anda kejar tersebut betul-betul menghasilkan atau tidak. Bagaimana kalau terbukti tidak berhasil? Berarti Anda telah gagal, namun kegagalan ini bukan hal yang buruk. Segera ulangi langkah 1 secepat mungkin. Fail fast, fail often, fail better.
Percayalah tidak ada sesuatu yang betul-betul diluar jangkauan Anda. Jika Anda sungguh-sungguh mendedikasikan waktu dan tenaga Anda untuk mempelajarinya, Anda pasti bisa melakukannya. Ingat bahwa bakat terbaik adalah hasil kerja keras, konsistensi, dan dedikasi waktu yang sangat besar. Lupakan soal passion (Faktanya setiap orang memiliki puluhan sampai ratusan passion dalam hidupnya), temukan keahlian dan kekuatan Anda, manfaatkan faktor keadaan Anda, dan yang terpenting hanya pelajari dan lakukanlah sesuatu yang bisa Anda aplikasikan secara nyata dalam kehidupan Anda sekarang, DETIK INI JUGA.

Tunggu apa lagi, jangan membuang-buang waktu yang ada, segera maksimalkan hidup Anda sekarang juga.

About inkuter

Check Also

sindiran pedas

Video Heboh! Doa Sindiran di Hadapan Jokowi Saat Rapat Paripurna dengan DPR

InfoKuTerkini — Doa sejatinya berisi harapan dan ungkapan hati umat manusia kepada Tuhan YME. Namun, yang …

Leave a Reply

Powered by moviekillers.com