Home / KESEHATAN / Pembangunan Jembatan NTT Habiskan Dana Rp. 5,1 Triliun, Mahasiswa Ramai-Ramai Demo

Pembangunan Jembatan NTT Habiskan Dana Rp. 5,1 Triliun, Mahasiswa Ramai-Ramai Demo

INFOKUTERKINI – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Menggugat Palmerah untuk Keadilan (Gagalkan) mendatangi Kantor DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang, Senin (16/11/2015).

Mereka protes rencana pemerintah Provinsi NTT yang ingin membangun jembatan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Flores Timur dengan pagu dana yang fantastis, yakni Rp 5,1 triliun.

Para mahasiswa tersebut diterima Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Bina, di ruang kerjanya.

Ketua organisasi Gagalkan, Frederikus Lewo, mengatakan, terdapat lima alasan pihaknya menolak pembangunan jembatan bernama Pancasila Palmerah dari Larantuka ke Pulau Adonara.

Alasan itu antara lain, pembangunan itu tidak memiliki indikator yang jelas dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

“Alasan pemerintah bahwa dengan adanya jembatan ini akan mempermudah distribusi hasil-hasil komoditi masyarakat tidak realistis.”

“Sebab selama ini petani menjual hasil komoditinya melalui perantara karena hasil komoditas yang didapat petani jumlahnya sangat kecil,”jelas Frederikus.

Kehadiran jembatan itu juga akan menghilangkan lapangan pekerjaan ratusan orang yang selama ini menjadi pekerja dan pengusaha kapal penumpang dan barang yang melayani rute Tobiloto-Larantuka, Tanah Merah-Larantuka, Waiwerang-Larantuka dan Waiwadan-Larantuka.

Alasan penolakan yang lain, kata Frederikus, yakni tidak ada penjelasan dari pemerintah NTT soal sumber dana Rp 5,1 triliun itu.

“Hari ini pemerintah NTT mengatakan bahwa dana tersebut berasal dari bantuan pemerintah Jepang dan besok mengatakan dari APBN dan selanjutnya mengatakan bahwa dari Jepang lagi.”

“Kondisi ini pula yang kemudian telah menjebak sebagian besar anggota DPRD NTT yang setuju untuk mengalokasikan Rp 1,5 miliar untuk kajian tahap awal,” jelas Frederikus.

Frederikus menuntut Gubernur NTT, Frans Leburaya, untuk segera melupakan rencana pembangunan jembatan itu dan lebih fokus untuk menyelesaikan pembangunan dan perbaikan jalan provinsi sepanjang 1.042 kilometer.

“Jika Gubernur NTT tidak mengindahkan tuntutan tersebut, maka Gagalkan akan menyurati Presiden Joko Widodo untuk menghentikan mega proyek itu,”kata Frederikus.

Wakil Ketua DPRD NTT Gabrial Beri Bina mengatakan, pihaknya belum membahas secara formal soal jembatan tersebut.

Selama ini yang dibicarakan, kata Beri Bina, terkait pembanguan pelabuhan-pelabuhan yang layak dan pengadaan kapal-kapal yang kapasitas lebih besar dan layak untuk mengangkut penumpang antar pulau.

“Untuk jembatan itu, selama ini kami bicarakan masih sebatas diskusi lepas saja.”

“Dana untuk rencana pembangunan Jembatan Palmerah itu, setelah kami cek, ternyata sumbernya belum diketahui, karena dalam postur APBN 2016 tidak ada,” kata Gabriel.

About inkuter

Check Also

Bersihkan Racun di Dalam Tubuh dengan ke 7 Buah dan Sayur Berikut

Bersihkan Racun di Dalam Tubuh dengan 7 Buah dan Sayur Berikut

INFOKUTERKINI.COM-Tubuh memang sangat memerlukan makanan segar yang memiliki banyak kandungan nutrisi dan juga mineral yang …

Leave a Reply

Powered by moviekillers.com