Home / TRAVELING / Wisata Batu Akik Purbalingga Surganya Pecinta Batu Akik

Wisata Batu Akik Purbalingga Surganya Pecinta Batu Akik

INFOKUTERKINI – Anda penyuka batu akik? Purbalingga tempatnya untuk berburu beragam motif dan bentuk. Bahkan, Anda bisa ikut melihat proses produksi batu akik mulai dari mencari bongkahan sampai siap jual.

Proses pencarian dimulai dari Sungai Klawing. Sungai Klawing menjadi ramai saat batu akik booming. Sungai di wilayah Purbalingga, Jawa Tengah, ini menjadi surga bagi para pencari bongkahan-bongkahan batu mulia yang selanjutnya diolah menjadi perhiasan berupa cincin, mata gelang, atau liontin.

Seperti sore itu, beberapa warga di Desa Bancar, Purbalingga, datang ke Sungai Klawing membawa sebatang pipa berdiameter sekitar 10 sentimeter dan panjang 1 meter.

Tak berlama-lama di bibir sungai, satu per satu lantas menceburkan diri ke dalam air. Secara seksama mereka mengamati bebatuan di dasar sungai. Sesekali, pipa di tangan digerak-gerakkan agar batu di dasar sungai tersingkap.

batu akik

Lubang pipa yang masuk ke dalam sungai telah diberi plastik mika sehingga mereka mudah melihat bebatuan di dasar sungai dari ujung pipa satunya.

Mereka tengah mencari bongkahan-bongkahan batu akik yang bisa dibentuk. Begitu ada batu yang terlihat menarik, langsung dipungut dan dimasukkan ke dalam tas.

Ipong (40), seorang pencari bongkahan batu akik mengatakan, batu klawing memiliki ciri khusus.

Biasanya, berwarna hijau bercampur merah atau disebut nagasui. “Nagasui merupakan batu klawing andalan di Purbalingga,” ujar warga Bancar RT 02 RW 06 Kecamatan Purbalingga.

Mereka yang beruntung bisa melihat batu Nagasui bertebaran di dasar sungai. Selain batu nagasui, Sungai Klawing juga menghasilkan batu pancawarna, badar lumut dan motif telur kodok.

1750021batu-akik3780x390

Harga bongkahan-bongkahan batu akik itu cukup bervariasi, ada yang Rp 50.000 per satu bongkahan, ada pula yang sampai Rp 350.000 untuk batu nagasui pancawarna.

Ipong tak kesulitan menjual bongkahan-bongkahan batu itu lantaran banyak perajin batu akik di Purbalingga.

Bongkahan batu akik itu selanjutnya dipotong menjadi lempengan setebal sekitar satu meter.

Setelah itu, dicuci bersih dan siap dibentuk menjadi mata cincin maupun liontin.

Ada tiga sentra kerajinan sekaligus tempat pemasaran batu akik di Purbalingga, yaitu di Kecamatan Bobotsari, Bukateja dan Desa Bancar Kecamatan Purbalingga.

Di Bobotsari, penjual maupun perajin batu akik tergabung dalam Paguyuban Pasar Batu Klawing Ciblon. Mereka memajang beragam cincin bermata akik dan liontin di Waroeng Watu yang berada di depan objek wisata Pancuran Ciblon Bobotsari, Purbalingga. Ada delapan kios yang buka.

Jenis batu akik yang ditawarkan cukup beragam. Wahadi (56) pemilik kios Cahaya Gemstone, mengatakan, mayoritas yang dijual merupakan batu klawing. Ada satu dua yang memang didatangkan dari luar daerah. “Yang diandalkan nagasui dan pancawarna,” katanya.

Lokasi Waroeng Watu Klawing cukup strategis. Kiosnya berada di sebelah terminal Bobotsari. Jaraknya sekitar 11 kilometer dari Alun-alun Purbalingga. Anda bisa mengakses melalui Jalan Raya Bojongsari sekitar 20 menit.

Soal harga, kata Wahadi, di Bobotsari lebih baik daripada di Kecamatan Purbalingga. Dia menyebutkan, untuk harga liontin motif gambar berada di kisaran Rp 5 juta hingga puluhan juta, sesuai keindahan motif.

 

About inkuter

Check Also

jakarta

Jakarta, Yogyakarta, dan Bali Siap Tarik Minat Pengunjung dari Seluruh Dunia

INFOKUTERKINI – Pameran wisata Travel Tour Expo (TTE) 2016 Filipina baru saja berakhir. Hasilnya, banyak …

Leave a Reply

Powered by moviekillers.com